Jumat, 27 Mei 2022

LOMBA CIPTA PUISI GELOMBANG 25

 



LOMBA PUISI BM 25

 


Selalu Saja Aku Jatuh Cinta Pada-Mu ---1

Aku telah memanggil-Mu dalam keheningan

Aku menangis

Kubawa ceritaku kehadapan-Mu

Dan Engkau memelukku erat

Malam itu, aku terlelap di pangkuan-Mu

(Venice Rahayu), 27 Mei 2022

 

 

 

Aku terpukau oleh goresan pena --- 2

Anganku melayang inginkan sama

Merenda kata menjadi sebuah makna

Melaju menyatukan diri dalam sebuah komunitas

Untuk mencari sebuah identitas

 

Sudahkah aku pantas

Meraih gelar penulis  ?

Meski tertatih, tak buatku lelah

Apalagi pasrah

 

Bersama sahabat dalam satu wadah

Torehkan karya agar kelak menjadi sejarah

Dikenang sepanjang jaman tak lekang dalam kisah

Abadi dan terlukis dalam goresan pena sejarah

Mutmainah, Lebak 27 Mei 2022

 

 

Menoreh malam sayu diterpa angin ---3

Sejak siang aku asyik dengan bidadari kecilku

Bias bias secercah harapan pertemuan di majlis ilmu

Gairah menulis puisi menggugah nafsuku

Menjelma merangkai kata mengukir asaku


 

Purnama di renggut paksa oleh pagi… 4

Terpecah dan tiap lengkungannya runtuh.

Pagi menyulut dengan rona angkuh.

Memuntahkan cahaya hingga purnama pucat pasih.

Mendekap mendekap dan terus mendekap.

Hingga purnama terhangati dalam pelukan pagi.

Berbalut ketidak warasan.

Di sanggul oleh kemunafikan.

Purnama menjelma menjadi sepasang kekasih.

Mesra meneguk tiap tegukan kopi yang tersaji di setiap pagi.

Kini purnama terus menyatu.

Menyisakan luka sayatan tanpa ada obat penawar.

Mata yang terus menunggu di sudut malam.

Melihat ke elokan cahayanya hanya bisa terisak tanpa air mata.

Mengalir hanya ke dalam sukma.

Aku bungkam rindu,  menua lah dalam luka ku yang belum kunjung sembuh..

Sudut sendu, 

Yandri Novita sari, 27 Mei 2022

 

 

Malam penuh gairah ….5

Mendengar Suara merdu

Siapakah gerangan..?

Membuatku enggan beranjak

Menikmati lirik dan sajak

 

LORONG LORONG KEHIDUPAN …. 6

      Pojok pasar legi

 

 Toko toko masih tertutup rapi

Jalanan lengah  sepi

Suara kendaraan tak berbunyi

Orang orang kaya masih dalam mimpi,

 

Berselimut  kain tebal penghangat diri

Kulangkahkan kaki menuju pasar pagi

Bermodalkan semangat dan harga diri

Menunggu pelanggan yang sudi memakai jasa diri ini

 

Memanggul  barang seorang diri

Rupiah  demi rupiah kukumpulkan untuk  menyambung hidup ini

Ketika sang fajar menanpakan diri,

Badanku sudah bermandikan keringat membanjiri

 

Walaupun yang kudapat tak sebanding dengan tenagaku.

Ini yang  kubisa lakukan demi kehidupanku

Ketrampilan tak kumiliki, apalagi ijazah perguruan tinggi.

Semua kujalani tanpa menyesali pemberi kehidupan ini

 

 

Siswa ku …. 7

 

Di pagi yang cerah

Sambil berlari kecil

Ku sambut kedatangan mu

Di madrasah idola kita

 

Ilmu pengetahuan kau jemput dengan suka cita

Wajah ceria selalu ada

Semangat belajar ada di dada

Menjemput jemput keberhasilan

Indaryati

 

FATAMORGANA … 8

 Kataku itu luar biasa

Namun katamu tu Biasa

Milikku itu istimewa

Milikmu juga istimewa

 

Bahagia itu apa sesungguhnya

Apakah banyaknya harta

Ataukah kecukupan dengan yang ada

Setiap orang punya arti berbeda

 

Bahaga itu bagaimana

Apakah terwujudnya semua asa

Ataukah kesyukuran atas apa yang diterima

Sekali lagi setiap kita punya makna yang berbeda


Aku dan dia … 9

 

Aku tak kenal dirimu

Tapi engkau mengenalku

Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat padamu

 Hati ini terpanah olehmu

Tapi mungkin kan itu terjadi

Semuanya ku serahkan pada sang pencipta

Ham🙏🙏

Rimiati,  MAN Kota Palangka Raya

 

Sang Maha Pengatur ------- 10

Senja mulai merambah

Sang surya mulai rendah

Burung mengepak sayap

 tuk pulang

 bersandar di parebahan

 

Waktu sudah teratur

Bagi makhluk yang bersyukur

Sutradara kehidupan maha pengatur

Jangan mengelak untuk bersyukur

 

 

Semburat merah warna senja itu …. 11

Matahari siap terbenam tak tampak

Awan pun enggan bergerak

Hingga langit tampak bersih

Prahara senja terjadi bikin perih

 

Emosi bocah meluap ke jalanan

Tatkala kejailan bersama teman

Kucoba menunggu keraguan itu

harapku tak akan terjadi kala itu

 

Namun yang kuinginkan tak kunjung ada

belaian kasih sayang itu sirna

nasehat bijak hanya dalam asa

kata-kata bujukan indah sekedar mimpi belaka

 

Tiada tampak olehku wajah muram lagi dingin

mulut bungkam tak terucapkan

diam membisu bagai gerigi gusi dikunci

tatapan mata kosong tiada arti

 

sedih kumelihat cakrawala

Apakah tanda cinta di angkasa ?

apakah tanda sayang di alam semesta ?

aku sungguh takut pada diri juga dunia

 

keraguanku terjadi

Hati tetap harus kuat menjalani

Kupasrahkan semua pada Illahi

Semoga slalu dilindungi

Hatiku tak sedang bergairah ---- 12

Tulang-tulangku terasa patah

Badanku merasa lelah

Karena hariku menghadapi beberapa masalah

 

Tuhan, bantu aku

Topik pertemuan malam ini kesukaanku

Tetapi mengapa

Nyaliku untuk fokus entah di mana

 

Semoga galau ini tak berlanjut

Kuambil minuman penghangat perut

Sesekali kakiku kuurut

Berharap jiwa dan raga  jadi penurut

 

Puisi Rinduku ---- 13

Oleh Arofiah Afifi

 

Banyak kata yang tak sanggup  diuraikan lisan  , Berjuta rasa tak sanggup terungkap dalam ucapan,

 Selaksa rindu dan sendu berpadu, menyatu pada aksara, tanpa jeda.

 Aku ingin menggapai berjuta asa, teriakkan menggema dalam dada.

 Mencipta cita menuju cinta.

 

Merajut kisah penuh  kasih asmara

 Ribuan asa bermuara

 Pada cahaya  yang jauh di sana

 Kasih, ku nanti dirimu pada ujung senja, merona jingga.


 Cinta. Ku ukir namamu pada batu karang yang tak goyah diterjang gelombang.

 Rindu. Ku sebut namamu dalam untaian doa. Menuju Arasy NYA.

 Wahai cahayaku, bilakah tiba masa kita bersua ?

 Ribuan abjad tanpa jeda, ku toreh  pada selaksa  embun pagi.


 Ungkapan jiwa dan isi hati

 Wahai cakrawlaaku, 

 Ribuan bintang bercengkrama ..

Menembus awan menggoncang samudra keabadian

 

 

 

 

RASA …. 14

 

Aku takut sepi

 Aku takut sunyi

 Aku takut senyap

 Aku takut gelap

 

 Sepi selalu memelukku

 Sunyi selalu mendekapku

 Senyap selalu menghampiriku

 Gelap selalu menemaniku

 

 Aku sesak dipeluk sepi.

 Aku gerah didekap sunyi

 Aku jenuh bertemu senyap

 Aku enggan ditemani gelap

 

Sepi melelahkan ragaku

 Sunyi mencekam jiwaku

 Senyap meretas gairahku

 Gelap menghadang impianku

 

Ku harap rasa ini berlalu

Biarlah keceriaan memelukku

 Kegembiraan mendekapku

 Keramaian menjumpaiku

 Cahaya terang selalu bersamaku

 

 

 

 

 

 

Putri kecilku ---- 15

Kau ingatkan daku

Kau buat diri terharu

Kala aku sakit

Kau selalu bangkit

 

Tingkahmu yang lucu

Padamkan amarahku

Kaulah secercah harapan

Remukkan sebuah penderitaan

 

 

Galauku Bukan Mauku ---- 16

Hatiku tak sedang bergairah

Tulang-tulangku terasa patah

Badanku merasa lelah

Karena hariku menghadapi beberapa masalah

 

Tuhan, bantu aku

Topik pertemuan malam ini kesukaanku

Tetapi mengapa

Nyaliku untuk fokus entah di mana

 

Semoga galau ini tak berlanjut

Kuambil minuman penghangat perut

Sesekali kakiku kuurut

Berharap jiwa dan raga  jadi penurut

 

Elen Pakpahan,Kab. Bogor, 27 Mei 2022



Rindu --- 17

 Rasa ini entah mengapa datang menggebu-gebu

 Ingin hati memelukmu nan sedang pilu

 Namun apa daya jarak dan waktu membelenggu

 Doaku dari jauh memeluk hatimu

 Untukmu anakku yang selalu kurindu

 

Oktavia Hadianingsih, Palangka Raya, 27 Mei 2022

 

 

JANGAN MENGHINDAR …. 18

Mengagumimu sang mentari

yang memberi kehangatan namun mengapa kita menghindarinya dengan bertopi?

Kita menantikan turunnya hujan yang menyuburkan dan menyegarkan

namun mengapa kita berlindung darinya dengan berpayung?

 

Kita mengharapkan hembusan angin yang membawa kesejukan namun mengapa kita justru bersembunyi di balik jaket yang tebal?

Rahmat Allah tercurah bagi kita seperti air hujan yang menyuburkan, seperti sinar mentari yang menghangatkan dan seperti hembusan angin yang meneduhkan hati.

Namun kita sering lari menghindar dan bersembunyi dariNya.

 

Bukan Tuhan yang tidak sayang dan memerhatikan hidup kita,

bukan Tuhan TIDAK mendengarkan doa kita, bukan Tuhan yg TIDAK  memberkati kita,

tetapi kita sendiri yang sering menghindar dariN…

IBU ----- 18

Ibu, Engka

u wanita yang agung nan mulia

Sungguh hebat engkau bagi ananda

Lapang dada sifatmu tanpa jeda

Tanpa pamrih membesarkan hingga dewasa

 

Pengorbananmu tak akan terbayarkan

Demi anakmu tersayang kau rela berkorban

Tangismu sedihku saling merasakan

Senyummu semangatku sepanjang zaman

 

Ridomu keberhasilanku

Restumu kedamaianku

Kaum hawa yang mulia

Jasamu terukir indah dalam jiwaku

 

Kasihmu kasihku

Sayangmu sayangku

Kebahagianmu kebahagianku

Tanpamu aku tak akan punya makna dalam hidupku

 

Terpaku pada masa lalu ….. 19

Tepaku diriku ingat masa lalu

Enak dirasa kasih beribu

Sekarang masa sudah berlalu

Relung kalbu semakin terngungu.

 

Ah, kemana aku akan mengadu

Mengharap kasihan pada pilu

Hanya terpikir pada Yang Satu

Ampunan dan rahmat-Mu Selalu ku tunggu

 

Biarkan aku terngungu

Dihadapan yang maha Syahdu

Kalbuku berharap hanya pada- Mu

Ya rabb, engkaulah yang mahatahu.

 


RAUT SENJA DI BUMI RIAU ---- 20

Karya : Ai Sumarni

 

Andai matahari merapat ke haribaannya

Indahnya alam menyapa dunia

Menepis sanubari pilu luruhkan luka

Lembayung menghalau gundah gulana

 

Raut senja tersenyum bahagia

Menghiasi Bumi Riau mempesona

Andai bulan tenggelam di lautan bintang

Cahayanya memudar seakan bilang

 

Tak peduli jika ada yang hilang

Kami kan selalu terus berjuang

Pesona Riau nan indah dipandang

Dalam genggaman masa gemilang

 

 

 

Andai mentari pagi tiba berseri

kan kuukir sebuah prestasi

Emban tugas untuk mengabdi

Balas  jasa pada tuan negeri

 

Tak kenal lelah kurajut janji

Bangun persada Riau kekal lestari

Andai matahari mengukir hari

seberkas cahaya menyinari sanubari

 

Menerangi hamparan bumi bestari

Bumi lancang kuning tempatku berdiri

Kan kuraih mimpi …

 

Deburan Ombak ---- 21

 

Tatkala senyapnya malam

Deburan ombak terdengar jelas

walau jarak pantai nan jauh

Miris hati ini mendengarnya

 

Nyali menjadi ciut

Merasakan diri sangat kecil

Tak mampu segalanya

Tanpa kuasa Sang Ilahi

 

 

 

Tetes-tetes air mata

Kian lama semakin menderas

Sesalkan semua yang telah berlalu

Kini  tobat yang harus dilakukan

Berjanji untuk berjalan lurus

Seperti ajaran dan perintahNya

 Sri Endang P, Yogya Selatan, 27 Mei 2022

 

 

UANG  ----  22

 

Semua butuh uang, tapi bukan uang yg mencipta dan mengatur manusia.

Manusialah yg mencipta dan seharusnya mengatur uang.

 Dengan uang kamu dapat membeli buku tetapi tidak dapat membeli pengetahuan.

 Dengan uang kamu dapat membeli darah dan berobat namun tidak dapat membeli kehidupan.

 Dengan uang kamu dapat membeli jabatan atau kekuasaan namun tdk dapat membeli kehormatan.

 

Dengan uang kamu dapat menyenangkan banyak orang namun tidak dapat membeli cinta mereka.

 Dengan uang kamu dapat membangun rumah tangga, namun tidak akan dapat menjamin kebahagiaanmu dan keluargamu.

 Dengan uang kamu dapat membeli banyak jam, tapi tidak dapat membeli waktu dalam hidupmu.

Dengan uang kamu dapat membangun tempat ibadah, namun bukan ibadah dan imanmu.

Uang memang penting tapi bukan segalanya…

 

Berharap pada Yang Satu ---23

Karya: Misdawati

 

Terpaku pada masa lalu

Enak dirasa kasih beribu

Sekarang masa sudah berlalu

Relung kalbu semakin terngungu.

 

Ah, kemana ku kan mengadu

Mengharap kasihan pada pilu

Hanya terpikir pada Yang Satu

Ampunan dan rahmat-Mu

Selalu ku tunggu

 

Biarkan aku terngungu

Dihadapan yang maha Syahdu

Kalbuku berharap hanya pada- Mu

Ya rabb, engkaulah yang mahatahu.

 

Ini puisi ke 19  Ya bun....  

Lupa kasih judul dan nama🙏🙏

 

 

Pahlawanku --- 24

Oleh : Agus Winarno

 

Wahai pahlawan, Kau sangat berjasa bagi negeri ini

Panas hujan badai kau lalui

Tiada henti memperjuangkan negeri ini

Untuk sebuah kemerdekaan

 

Wahai pahlawan, Dengen berani dan gigih

Kau berjuang demi negeri ini, berkorban demi negeri ini

Tak peduli apapun yang terjadi

Walau pilihan antara hidup dan mati

 

Kau taruhkan nyawa demi negeri

Kau rela mati demi negeri

Perjuangan negeri ini

Akan selalu melekat di hati kami

 

Oh pahlawanku

Kau sekarang telah tiada

Hanya dari foto yang bisa kami liat

Tapi ingat, Perjuanganmu akan selalu kami kenang

 

 SATU HAL SAJA ---- 25

 

Satu hal saja, dapat mengubah hidup kita dan orang lain.

 Satu senyum mampu meluluhkan permusuhan.

 Satu kebencian mampu meracuni diri seumur hidup.

 Satu dusta dapat menghancurkan kepercayaan.

 

Satu cinta mampu menghasilkan pohon perdamaian.

 Satu doa mampu menjadi mukjizat dalam hidup.

 Satu saja kata maaf, mampu memadamkan api amarah.

 Satu saja benci dalam hati, akan menggerogoti kebahagiaanmu.

 

Satu tindakan saja, dapat mengubah dunia.

 Satu keputusasaan cukup untuk mematikan semua harapan dan semangat.

 Satu sahabat baik yang kau miliki, cukup untuk memenuhi kekosongan hidupmu.

 Cukup satu keputusan, untuk mengubah hidup bahkan menghancurkannya.

Walau hanya satu hal, namun pikirkan dahulu satu hal yang akan engkau berikan dari hidup…

 

SATU HAL SAJA  ---26

 

Satu hal saja, dapat mengubah hidup kita dan orang lain.

 Satu senyum mampu meluluhkan permusuhan.

 Satu kebencian mampu meracuni diri seumur hidup.

 Satu dusta dapat menghancurkan kepercayaan.

 

Satu cinta mampu menghasilkan pohon perdamaian.

 Satu doa mampu menjadi mukjizat dalam hidup.

 Satu saja kata maaf, mampu memadamkan api amarah.

 Satu saja benci dalam hati, akan menggerogoti kebahagiaanmu.

 

Satu tindakan saja, dapat mengubah dunia.

 Satu keputusasaan cukup untuk mematikan semua harapan dan semangat.

 Satu sahabat baik yang kau miliki, cukup untuk memenuhi kekosongan hidupmu.

 Cukup satu keputusan, untuk mengubah hidup bahkan menghancurkannya.

 Walau hanya satu hal, namun pikirkan dahulu satu hal yang akan engkau berikan dari hidup…

 

Melupakanmu ----- 27

 

Berat rasanya  meninggalkanmu dan mustahil bagiku untuk dapat melupakanmu.

laksana embun pagi yang harus rela menyingkir karena hadirnya mentari pagi.                             

Maafkan diriku, semua ini kulakukan demi cinta dan cita-cita.                   

Rosweni Tolitoli 27 Mei 2022

 

Kawan  --- 28

Karya Nurkhotijah

Tiada kira,tiada rasa terakhir kita berjumpa

Kemarin kita bersua,berkata,bercanda

Kini kau telah tiada untuk selamanya

Kembali kepada pemik semesta

 

Rasa perih di dada

Rasa tak percaya

Rasa tak kuasa

Semua menyatu dalam jiwa

 

Hanya untaian doa

Hilangkan kesedihan didada

Ikhlaskan jiwa, bertemu di Syurga-Nya

Semoga doaku dikabulkan sang Maha segala-Nya

 

 

TAK ADA YANG KEBETULAN  --- 29

 

🌿Pernahkah...

Saat kau duduk santai dan menikmati harimu dan tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah Tuhan.

Yang sedang berbicara denganmu & mengetuk hatimu.

 

🌿Pernahkah..

Saat kau sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curhat?

Itulah saatnya dimana Tuhan ingin agar kamu berbicara padaNYA.

 

🌿Pernahkah...

Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa Tuhan yang sedang menghiburmu. Tidak ada yang namanya kebetulan...

 

🌿Pernahkah...

kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga yang selama ini kamu inginkan tapi …

 

 

 

 

Melepasmu dalam Kenang Terindah ---- 30

Anganku melayang

Terbawa lamunan nan jauh ke sukma

Menebar harum dalam setiap makna.

 

Berawal dari goresan kata, mengalir menjadi bait bait rasa

Dari sebuah titik menjelma garis yang berlalu lalang

Sebuah jumpa menjadi kebersamaan

Lebih tepatnya menjelma keakraban.

 

Kini terucap salam perpisahan

Lajur kehidupan ditakdirkan berputar

Lintasan ada dan tiada, timbul dan tenggelam

Begitu pula alur cerita ini perjumpaan dan perpisahan.

 

Saat-saat langkah terayun menjauh

Jarak kitapun semakin membentang

Akankah semuanya tinggal kenangan

Atau hanyut terbawa gelombang

Bahkan sirna terkubur oleh waktu.

 

Kini, hatiku tergores kesedihan

Ketika terucap salam perpisahan

Mungkin airmata ini tak jatuh berlinang

 

 

Ibuku --- 31

Ibu...engkau adalah lenteraku

Disetiap saat engkau selalu ada untuk ku

Dari kecil engkau selalu memanjakan ku

Tapi kini engkau telah pergi

 

Serasa bumi terasa hampa

Gairah hidup pun makin mereda

Karena engkau sudah tiada

Yang ku pandang kini hanya pusara

 

Elmi, Riau 27 Mei 2022

 

Takzim Rindu buat Ayah --- 32

(Venice Rahayu)

 

Seorang anak perempuan berceloteh tentang rindu dan harapan

Aku menemukannya dan mencatatnya dengan segala debar

Hujan menggiring narasi malam itu

"Warisan terbesar seorang Ayah membuat anak-anak bahagia dan berharga."

Aku menunduk dan mengemasnya dalam-dalam

Ayah memancangkan tiang-tiang asa agar langkah itu sampai pada bianglala

 

Aku hanya dapat melihat dalam diam --- 33

Bukanlah pelaku sejarah masa kini

Bukanlah yang beraksi

Namun tak dapat pula bersaksi

Menatap dengan bulir mata  tanpa ekspresi

 

Tak kuasa tuk terbuka dan menengadah

Dalam tuas yang semakin melemah

Ku melangkah tak tentu arah

Mencoba terus melangkah dan terus melangkah

 

Entah apa lagi yang dirasa

Segalanya tak lagi dapat diurai kata

Pandangan terasa gelap mencekam sukma

Resah dihantui bayang-bayang yang tak nyata

 

Aku masih melihat dalam diam

Masih berusaha mengais-ngais harapan agar tak kelam

Masih adakah ruang di sana untukku dalam kegum?

Aku hanya bisa  berdoa pada Allah yang Sang maha Kuantum

 

 

GADIS  KERUDUNG BIRU --- 34

Karya :  Syafrina

 

Rintik hujan membasahi dedaunan

Matahari seakan malu menampakkan diri

Burung pipit dengan riangnya bersenandung

Untaian tali tiada berarti

Menyelinap diantara untaian arai

 

Di gubug berdinding alam hijau

Beratap ilalang bersuluh matahari

Ku menatap nun jauh di sana

Idaman hati membawa kelana dalam jiwa

 

Dia  Gadis desa berkerudung biru

Membuat hati berasa membaur rindu

Cantik tanpa polesan gincu

 Mengugah hasrat ingin memiliki

 

Dia Si gadis ayu

Kan dipersunting menjadi milikku

Mengurai bahtera cinta

Menggapai mahligai bahagia

 

Ku tersentak dalam hayal

Gadis kerudung biru sudah berada di sampingku

Senyum manis menggoyah iman

Meluluh lantah hasrat dalam kalbu

Namun semua telah berlalu…

 

Untukmu pahlawanku   ---35

Agus Winarno, Pangkalan Bun, Kalteng

 

Demi negeri

Kau korbankan waktumu

Demi negeri

Kau korbankan nyawamu

 

Wahai pahlawanku

Kau korbankan api semangat juangmu

Semangatmu yang membara

Akan selalu mengalir dijiwa kami

 

 

Dengan gagah berani engkau berdiri

Tak peduli hidup atau mati

Demi negeri tercinta ini

 

Namun kini kau sudah tak nampak lagi

Di dinding kau hanyalah sebuah gambar

Di atas tanah kau hanyalah sebuah patung

Dan dibawah tanah kau hanyalah tulang belulang

 

Wahai pahlawanku

Semangatmu bergelora di jiwa kami

Bambu runcingmu kini berubah menjadi teknologi

Bersama kami jaga bumi pertiwi

 


Yogyakarta  --- 36

 

Bermalam di Yogyakarta

Membuat hatiku lega

Kotanya para mantan

Yang ada di hadapan

 

BALUTAN PENA  ---- 37

 Oleh: Aam Nurhasanah

 

Malam ini aku terpana

Ribuan diksi terlontar begitu saja

Para serdadu yang giat berlomba

Mengurai diksi menjadi bermakna

 

Serdadu berjalan di garda terdepan

Membawa ribu keping harapan

Merajut mimpi jadi penulis sejati

Menenun kata pucuk aksara

 

Bagaimana rasa ini tidaklah nyata

Serdadu bergema, menjerit!!!

Berlari tiada henti

Menepis keraguan dalam sukma

Mari menari dalam balutan pena.

 

Lebak, 27 Mei 2022

 

 

PILIHANKU -- 38

Aku tentukan pilihanku

Aku baktikan kehidupanku

Aku abaikan keegoisanku

 

Kaulah pilihan hidupku

Alloh hadirkan dalam ruang hidupku

Tuk luahkan rasa dalam sanubari ku

 

Ku bersyukur ke hadzirat-Mu

Taqdirkan aku dengan piihan-Mu

Bahagiakan aku dengan keridhoan -Mu

 

 

 

GELORA JIWA YANG MEMBARA ----39

Karya:  Syafrina

 

Hamparan permadani sejukkan mata

Kerinduan membuncah di relung jiwa

Menggapai harapan terhadap sang empunya raga

Yang siap menanti arjuna  si pencari cinta

 

Gemuruh jiwa kalahkan wibawa

Malu hilang ditelan rasa yang menggila     

Bagai di awan tempat ternyaman

Seolah tiada penghuni selain insan dimabuk asmara

 

Impian terindah menjadi nyata

Debaran jantung bersahutan tanpa diminta

Gelora jiwa yang membara

Membakar birahi kala sepi

 

Samurai cinta menghujam sukma

Di antara bukit dan dedaunan terukir aksara jiwa

Melanglang buana ke negeri impian

Semillir angin penyejuk bangkitkan birahi

Kancah pertarungan di atas cakrawala

 

Pepohonan mendesah mesra

Bangkitkan hasrat yang menggila

Pilinan kasih menapaki setiap jengkal…

 

 

 

DOA UNTUK AYAH --- 40

Karya : Syafrina

 

Di keheningan malam ku terbangun

Bermunajat kehadirat-Nya Deraian air mata mengiringi basuhan wudlu

Untaian doa di hati yang menggebu.

 

Ayah sungguh aku merindukan mu

Di sudut belantara kita ukir cerita

Di sebuah gubuk kita berbagi suka

Di panurunan indah merajut asa

 

Di hamparan sajadah ku menyembah

Dalam tahajud kubersujud.

Memohon doa pada Ilahi Rabbi

Doa yang tiada putus Terus-menerus.

 

Damailah ayah di sana

 Kuberharap keridhoan-Nya

Untuk ayah selalu terkirim doa

Semoga ayah masuk syurga.

 

Ya Allah

Haramkanlah neraka menyentuh ayahku tempatkanlah beliau di Firdaus-Mu yang hakiki.

Allahumma firlahu warhamhu wa 'at ini wa fuanhu

Labuah Panjang Solok, 14 Oktober 2021

 

 

 

Malam Berbalut Ilusi  ---41

*

Malam menyapa riak kemelut

Mata meradang kian memerah

Ketika ragu senyam mendekap

Terpana dalam embusan semilir

*

Rangkaian memori terkesan manis

Hati penuh tanya tanpa jawaban

Lirik kerinduan mengalun merdu

Mengetuk dinding gelora ‘tuk bangkit

*

Adakah bayangmu mengorek bejana sukma?

Adakah makna angan tersirat tentang hadirmu?

Adakah mimpi indah melabuhkan harapan ?

Akankah tirai hatimu tersibak untaian doa?

*

Sejenak angan berkelana ke sudut langit

Terperangah menatap senyum rembulan

Di balik etalase logika terdengar suara lembut

Menggiring kaki menuju ruang penuh ilusi

*

Jakarta, 27 Mei 2022  21.00



Tiga Bintang


Tinggi menjulang

Rendah membumi

Terang menyinari

Indah menyejukkan

Mulia qolbu

Terpuji Akhlaq

Atas tuntutan

Robbul Izzati


Indriwahyuni, Bandung, 27-5-2022




 Kala Senja

 

Senja mulai merambah

Sang surya mulai rendah

Burung mengepak sayap

tuk pulang  bersandar di parebahan

 

Waktu sudah teratur

Bagi makhluk yang bersyukur

Sutradara kehidupan maha pengatur

Jangan mengelak untuk bersyukur

 

Semilir sang bayu menggulir

Membelai jiwa yang mulai rapuh

Harap sandaran yang mesra

Belaikasih sang Mahakarya

 

Bersimpuh mendamba

Uluran tangan menggapai mesra

Di akhir hayat yang sempurna

Menuju Allah sang pencipta jagat raya

 

Rimiati,  MAN Kota Palangka Raya, 27 Mei 2022

 

 

 

 

 

PESERTA LOMBA PUISI GELOMBANG 26

 




BM 26  --- lomba buat puisi 1 jam :

 

Bukan aku (1)

 

Kau bakar aku.....

Kau asapi aku.....

Kau temani aku....

Kau terangi malam-malamku....

Namun…

Bukan aku yang salah tapi aku disalahkan....

Bukan aku yang menyembunyikan tapi aku yg difitnah...

aku diam bukan berarti aku dalang dari semua in....

Aku diam dengan semua finah dan tuduhan karena apalah dayaku........

Aku hanya sebuah batu.....

 

Fitriana,S.Pd, Kab. Tolitoli, 27 Mei 2022

 

 

 

 

 

Mimpi Semu (2)

 

Mengharapkanmu seperti mimpi semu

Bermuram durja berakhir pilu

Hanya bisa merasakan abadinya sembilu

Lengkaplah rasa sepiku

Mengurung sendiriku

Tubuhku terkulai ngilu

Di kunyah nelangsa yang bertalu-talu

Tenggelam di samudera rindu

 

Menyusuri jalan yang yang tak berujung

Bersimbah angan berselimut rasa bingung

Dalam gerimis yang pongah menghujam mendung

Terbuai oleh bayang wajahmu yang bersenandung

Mencoba bertahan diantara gempuran

Asa yang melambung

Menenggelamkan nurani yang terselubung

Di bawah harapan semu yang tak berujung

 

Sumiati, Kab. Lombok Barat, 27 Mei 2022

 

 

 

Kisah Malam… (3)

 

Malam itu kau begitu emosi

Kau cabik-cabik hatiku

Aku diam seribu bahasa

Kutahan amarahku dengan mengingatMu.

Hatiku sangat terluka

 

Mengapa?

Kau luapkan kekecewaanmu padaku.

Inginku lari menjauh darimu

Namun, kutak mampu

Aku hanya pasrah berserah diri pada Sang Ilahi Rabbi.

 

Siti Zubaidah, Pringsewu, 27 Mei 2022.

 

 

 

 

 

Malam sabtu yang menggebu (4)

Di temani ripuhnya si bungsu

Kusempatkan jari jemari untuk mengukir jejak penaku

Namun malam begitu pilu

Tangisannya membuatku sendu

Tak mampu untuk sekedar berlalu

 

Sambil mengoyak kata

Dimateri kelima yang begitu menggoda

Puisi, pantun, sajak dan prosa

Menggugah dan ingin rasanya mengukir kata

Namun si bungsu menangis pilu tak berkata

Berteriak dan menggoda untuk bermanja

 

Atin Mintarsih, Serang, 27 Mei 2022

 

  

 

 

 

Belajar Menulis (puisi akrostik) -- 5

 

Blajarlah tantangan menulis

Entah apa saja yang terpenting menulis

Lakukan hal terbaik

Anjuran pemateri kita

Jalani apa adanya

Angkatlah tema yang menantang

Rajinlah mengulanginya

 

Membuat tulisan memang sulit

Engkau pasti bisa

Namun jangan pasrah

Ulangi terus menulisnya

Lalu lihatlah kejadian berikutnya

Inyaallah pasti bisa

Sesuaikan dengan arahan yang diminta

 

Muslihatun, Lombok Timur 27 Mei 2022

 

 

 

Ihtiarku…Ihtiarmu.. (6)

 

Kala penat melanda raga

Oleh segala rasa dan usaha

Tak jua menyusutkan asa jiwa

Meski kadang pintu memori tertutup

Kita tetap berusaha,,,

Ketika cara berkali-kali dicoba

Dan gagal tercipta

Namun terus mencoba dan mencoba

Karena inginnya kita bias

Meski semua orang berhenti mencoba

Kita kan terus berusaha karena kita sama punya

Asa dan keyakinan akan berbuah nantinya

 

Astutiningsih, Pelalawan, 27 Mei 2022

 

 

 

 

Miana (7)

 

Bergerigi tepi daunnya

Melengkung urat-uratnya

Merah bergayut putih

Kuning merangkul hijau

 

Wangi bukan lagi milikmu

Kokoh kayu pun tak nampak

Lambaian daun mengajakku mendekat

Warna warni mu berebut pandang.

 

Abas Basari, Bandung, 27 Mei 2022

 

 

 

 

Malam pemberian Materi (8)

 

Malam dingin munusuk kalbu

Seraya menyapa angin spoi-spoi

Renyah rayuan indah menawan

Mendengar lantunan pemateri malam ini

Tantangan membuat puisi

Membuat hati terenyuh menanti

 

Hati lunglai terenyuh kata

Melihat lintasan puisi  bermakna

Namun apalah daya aku hanya insan biasa

Cukup lama menanti hal serupa dimalam yang sama kita bisa berpantun ria

Dari pemateri yang luar biasa

Salam sehat bersahaja untuk kita semua

 

Muslihatun, Lombok Timur 27Mei 2022

 

 

 

 

Kasih Tak Sampai  (9)

 

Mimpi indah mendera dikalbu

Bagai melihat surga nun jauh di sana

Seakan ingin hidup lebih lama

Untuk menikmati dunia bersama

 

Jalan berliku mengikuti setiap langkah

Kadang hati bertanya, apakah ada cinta dihatinya?

Tak bisa kutebak makna tersirat di wajah

Yang kutahu, aku mencintainya

 

Asa demi asa datang berganti disetiap waktu

Kadang ada rasa menyerah pasrah

Haruskah kumemilih sedang ku tak mampu

Untuk pindah kelain hati

 

Cinta membuatku dingin membeku

Tapi harus kuikhlas menerima takdirku

Andai kutahu siapa jodohku?

Dengan bahagia kugapai dipelukku

 

Maimunsi

Bekasi, 27 Mei2022

 

 

 

 

 

Ku coba... (10)

 

Malam semakin larut

Hati semakin semraut

Ingin rasanya tertaut

Tapi apadaya...  takut

 

Kuberanikan diri tuk menulis

Walaupun kata kataku tak halus

InsyaAllah ... tulus

 

S.Nur, Bandung,27 Mei 2022

 

 

  

 

Renjana (11)

 

Getar jiwa membumbungkan asa

Degup seiring merajalela

Silau merasuk jiwa

 

Rencana membungkus diri

Senyap malam mengiringi

Kalung sepi menyergapi

Sesal setakat karat

 

Rencana

Siksa kalbu tak berujung

Padamu yang telah pergi

Tak kan kembali ....

 

Jasad sudah tak berbentuk lagi

Diharibaan Illahi.

 

Megawati, Riau, 28 Mei 2022




Ruang Rindu (12)

 

Terdiam ku di sudut-sudut ruang rindu

Menahan gejolak asmara yang menggebu

Hatiku dan hatimu menyatu

Menghadirkan getar indah tak menentu

Siapakah dirimu

Hingga seluruh Ilham fikirku tertuju padamu

Lara sukmaku lenyap seketika karena hadirmu

Memberi warna baru dalam hidupku

Jalan cinta kita tak semulus itu

Karena semesta meragukanmu

Kekasihku

Di ujung penantianku

Kau adalah ombak samuderaku

Yang datang berlari kepadaku

Membangkitkan semangat lesuku

Kau adalah sinar silau panasku

Menghadirkan bayang-bayang

Hangat mentari mu

Betapa kuingin kidung doaku

Mampu menghadirkanmu dihadapanku 

Agar jiwaku dan jiwamu menyatu

Dalam mahligai cinta yang membiru

 

Sumiati, Kab.Lombok Barat, 27 April 2022



Tiga Bintang (13)

 

Tinggi menjulang

Rendah membumi

Terang menyinari

Indah menyejukkan

Mulia qolbu

Terpuji Akhlaq

Atas tuntutan

Robbul Izzati

 

 Indriwahyuni,Bandung, 27-5-2022






Ku Hindari Ku Dapati   --- (14)

Suatu hari

Tak sengaja tangan ini

Meraih hp nan terrgeletak di pembaringan

Seorang yang tak kukenal bertanya

Pak....

Kapan?

Ah ibu ini ....!

Ada saja!

Kalau kepala rumah tangga ya...?

Karena tak kusadari

Spontan kualihkan issu

Ya Bu ....

Suatu saat nanti

Kan ku datang 

Namun tak sendiri

Kan kuberi apa yang kau mau

Aku pun menyudahi

Seminggu berlalu

Yang kuharap akan membersamaiku

Menemui sang ibu guru

Eh malah memberi selamat

Aku hanya menggeleng 

Ah ada saja!

Tiada itu

Mana mungkin?

Pokoknya selamat dah!

Aku pun terdiam

Larut dalam pikir

Kucoba renungi sesaat

Kok pesan Bu guru sama ya dengan pesan pak guru seperjuanganku

Mereka kan dari dua yang berbeda 

Ya berbeda 

Mereka bahkan jarang bersua

Satu di puncak nan jauh 

Sedangkan yang satu?

Hemmmm ada apa?Tidak mungkinlah

Dalam kegalauan 

Kukaitkan

Astagfirullah

Tidak 

Tidak

Tidak

dalam benakku berucap sekali lagi ..tidak!

Dalam penasaran

Kucoba pongah

Semacam ke ge eran

Tanganku mencoba 

Menari di atas layar hp

Merajut kalimat tanya 

Yang tak mesti

Kepada orang yang semesti

Rupanya memang benar

Aku pun mencoba berani

Terucap kata 

Bapak ....

Saya belum siap

Alasan demi alasan 

Aku coba beri

Kata insyaAllah pun kudapati

Suatu siang 

Ntah apa yang terjadi

Tiba-tiba di luar kesengajaan

Seperti biasa tangan ini meraih hp

Seakan dipandu

Kok tiba-tiba 

Masuk di FB

Ternyata di Lobarku

Ada pengukuhan

Akupun larut karena penasaran

Oh ternyata dua yang kutakuti sudah terpenuhi

Dalam benakku 

Alhamdulillah

Doa ku seakan diijabah

Aman sudah

Saat itu aku menjadi tenang

....

Dua tiga hari ke depan

Saatku sholat di Mushalla

Tiba-tiba adikku berucap sesuatu

Ya sesuatu yang membuat hati ini 

Rapuh

Sejak itu 

Galau mulai menyertaiku

Suatu siang menjelang sore

Kuterbangun dari tidur siangku

Spontanitas tangan meraih hp

Betapa hati dan perasaan ini tak menentu

Dalam pesan wa 

Tampak jelas sepucuk surat dengan identitas resmi terpatri namaku

Perlahan kubuka 

Ini pastilah panggilan

Panggilan yang seratus persen terkait apa yang terucap oleh adikku

Akhirnya kubuka sepenuhnya

Yang ku khawatirkan pasti sudah... tidak ada lain 

Waktu terasa lama sekali berputar

Tanpa pikir panjang 

Segera ku meluncur mencari tahu hingga ketemu

Setelah waktu berlalu tanpa mundur

Kusodorkan sepucuk surat dalam wa

Tanpa pikir panjang

Sang PP bertanya kepada yang mpunya

Benarkah yang tercantum ini?

Aku mulai gelisah

Mencoba menolak

Namun tidaklah berdaya

Benar sekali 

Rupanya aku harus manut

Sebelumnya yang kuhindari terlewati

Namun yang paling tidak kuharapkan malah kudapati

Hanya mampu pasrah dan menyerah

Biarlah sudah

Ini adalah awal

Awal dalam sebuah perjalan karir

Suatu saat nanti bahagia pasti datang

Entah kapan waktunya

Sekarang hanya mampu menunggu

Menunggu yang belum pasti.


Ahmad Sahudin, 27 Mei 2022


 


Senin, 23 Mei 2022

PERTOLONGAN ALLAH ITU DATANG IN JURI TIME (HABIS)

 




Part – 2 ( habis )

 

Setelah Mas  Muji  pamitan kepada pimpinan dan  seluruh temannya, ia  diminta untuk sabar  dan tunggu kabar 2 hari ke depan. Dan tak perlu mengundurkan diri karena kesaalahan tersebut awalnya memang tidak dianggap kesalahan. Regulasi lama CV. Perdagangan umum pun bisa jual beli barang Farmasi, dan aturan baru membatasi hanya CV atau PT. Farmasi saja yang boleh.

Pamitan hari jum’at dan pada Minggu malam ada WA masuk dari atasan Mas Muji bahwa Senin siang ditunggu di kantor ada yang akan disampaikan perusahaan kepadanya. Dengan hati berdebar dan cemas, ia berangkat dan tidak lupa pamitan kepada istri dan anak-anak. Berpesan jika diterima pengunduran dirinya atau berhenti kerja, mohon semua keluarga siap  dan bersabar. Istri dan anak-anak Mas Muji dengan kompak menjawab : “ Iya pak, insya Allah kami siap dan akan kuat dengan cobaan ini”.

Tiba di kantor, atasan Mas Muji tidak ada di meja kerjanya, dan ia pun menunggu di ruang tamu sambil baca koran yang tersedia di rak di pojokan ruaangan.  Setengah jam menunggu terdengar pintu didorong dan ada yang masuk sambil mengucap salam. Mas Muji menjawab salam dan melihat atasannya masuk, segera ia berdiri dan menyalami atasannya. Pak Amir mempersilahkan kepada Mas Muji untuk duduk dan menyodorkan sebotol air mineral kepadanya : “ silahkan diminum Pak Muji, maaf tadi lama menunggu, saya ada keperluan luar kantor”. Dijawab : “iya pak, gak apa-apa, saya juga baru sebentaran saja kok”.

Setelah tanya kabar dan keluarga, Pak Amir menceritakan bahwa sepulang Mas Muji waktu Jum’at pekan lalu, dirinya mengadakan musyawarah dengan teman-teman dan kami sangat merasakan apa yang dirasakan Mas Muji dan keluarga. Kami berpikir jika masalah itu menimpa saya atau salah satu dari kami. Makanya kami menyepakati bahwa setiap kami harus menolong, dan ini terkumpul 120 juta dari teman-teman. Memang ini pinjaman, semoga bermanfaat untuk selesaikan masalah Mas Muji,  kapan Mas Muji ada rejeki bisa membayarnya dengan mencicilnya. Mendengar apa yang disampaikan Pak Amir, tak terasa air mata Mas Muji menetes membasahi pipinya. Ya Allah alangkah baiknya engkau, aku punya teman sekantor sebaiuk dan sekompak ini. pak Amir menyampaikan kabar baik kedua bahwa Pak Amir tak perlu mengundurkan diri kata bos kita. Lansung  Mas Muji sujud syukur dan selang beberapa menit bangkit kembali. 

Terima kasih pak Amir dan teman-teman, insya Allah saya akan segera membayarnya setelah masalah saya untuk bayar denda 70 juta  selesai, karena saya tak rela anak dan istri saya menderita di bully tetangga dan teman di sekolahnya, bahwa suami / ayahnya masuk penjara.  Segera mas puji membawa uang tersebut sebesar yang dibutuhkan dan mengembalikan sisanya 50 juta.  Dan Setelah ia membayar denda di pengadilan dan menerima buktinya, ia pun segera pulang menemui keluarganya. Sontak istri dan anaknya teriak “ Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih atas pertolonganMU”.

Sepekan setelah kejadian, ada WA masuk  dari Bank BTN bahwa pengajuan pinjaman 100 juta dikabulkan dan diminta menghadap pimpinan BTN Tangerang sambil bawa buku tabungannya.  Setelah uang itu masuk ke buku tabungan, hari itu juga Mas Muji menarik 70 juta dan segera ia ke kantor menemui Pak Amir untuk membayar pinjaman dari teman- temannya.  Pak Amir dan teman-teman kantor pun ikut bahagia atas beresnya masalah Mas Muji.

Mereka bergiliran menyampaikan selamat dan menyampaikan, bahwa dengan kekompakan dan kebersamaan kita bisa. Demikian kisah ini semoga kita tetap bermanfaat bagi sesame. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lian. 


ini part 1 : 

https://dailalser.blogspot.com/2022/05/pertolongan-itu-in-juri-time.html





Minggu, 22 Mei 2022

PERTOLONGAN ITU IN JURI TIME .....


 PERTOLONGAN ITU DATANG IN JURI TIME

Oleh : Dail Ma’ruf Yasalam

 

Ahad kemarin Pak Damar kedatangan tamu dari Tangerang. Tamu tersebut saudara istrinya. Namanya Mas Puji bersama istri dan anaknya. Datang mengendarai motor Supra X merah Sebelum tiba di rumah Pak Damar, mas Puji telepon bahwa ia minta di jemput di Pom Bensin Cipocok sekitar 500 meter dari rumah Pak Damar.  Rupanya Mas Puji pangling dengan pembangunan di jalur utama Jalan Raya Petir yang banyak ruko dan perkantoran serta adanya gapura. Memang terakhir bertamu sekitar 3 tahun yang silam sebelum virus corona menggemparkan jagat raya.

Setibanya di rumah, pak Damar mempersilahkan duduk  dan mencicipi hidangan kue-kue yang ada di meja ruang  tamu, selang 5 menit minuman teh manis hangat disuguhkan Rina anaknya Pak damar Damar, sambil memperslahkan : “Silahkan diminum the hangatnya Om Puji”. Dibalas : “terima kasih mba Rina”.  Setelah menghela nafas dan duduk dengan nyaman obrolan pun mengalir begitu saja, tanpa tema dan seketemunya. Mulai dari bercerita mudik lebaran ke Jateng, cerita anak-anaknya yang sudah kuliah di Jurusan Hukum, yang di jurusan Farmasi, dan yang bungsu Adit masih kelas 7.  Jarak Adit dengan kedua Kakaknya memang jauh, malah dikira mau punya 2 saja anaknya. Rupanya KB bocor dan dapat amanah tambahan.

Istrinya Mas Puji bercerita bahwa Adit waktu di SDIT lumayan prestasinya juara 1 lomba Sains sekecamatannya, namun karena pembinaan yang masih minim hanya tampil sebagai Finalis di kabupaten Tangerang dan belum dapat juara. Di Tangerang kecamatannya ada lebih dari 30 dan masing-masing kecamatan menguutus 3 juaranya. Rupanya juara hanya di ambil 3 orang untuk maju ke Provinsi Banten, dan adit belum beruntung pada momen tersebut. Adit juga rupanya termasuk 3 murid di SDIT yang berhasil menghafal 3 Juz Al Quran dari 30 murid yang ada di kelas 6.  Saat wisuda, Adit maju 2 kali, pertama maju karena mendapat penghargaan prestasi sains dan dan kedua karena tahfidz 3 juz.  Bangga kata umi Adit, karena prestasi lomba sains, Adit dibebaskan bayar SPP bulanan sebesar 250.000/ bulan. Terima kasih kepada pihak Yayasan dan kepala sekolah.

Karena Pak Damar tahu, dan teringat bahwa Mas Puji pernah dipanggil Polda Banten dan Pengadilan Tinggi Banten untuk kasus praktek jual beli obat tanpa ijin, maka bertanyalah pada Mas Puji : “oia Mas Puji, bagaimana dengan kasus yang tahun 2019 itu”.  Dengan senyum bahagia, Mas puji menjawab :  “Saya hampir putus asa dengan kasus tersebut dan sudah pasrah jika harus ditahan 3 bulan”. Ya bagaimana lagi kalau saya tak mau di tahan saya harus bayar denda kasus pidananya sebesar 70 juta. Jika tak mau bayar maka dipenjara 3 bulan dan baru akan bebas setelah selesai menjalani masa kurungan.

Dunia sudah gelap rasanya, usaha untuk cari pinjaman kepada pihak keluarga tak menghasilkan, usaha ke Bank untuk jaminkan sertifikat rumah pun tak berhasil, dari 4 Bank yang diajukan 3 sudah menolak tanpa alasan. Karena yakin akan masuk sel, Mas Puji pamitan kepada pimpinan kantor tempat ia bekerja di instalasi Farmasi RS. Ciputra. Minta berhenti supaya pihak kantor dan teman-teman tak terbawa kasusnya. Kasus mas Puji sederhana,  karena terdesak kebutuhan dan punya koneksi dengan salah satu RS Banten, ia beberapa kali dapat tender pengadaan barang. Namun karena CV yang dipakai bukan khusus Farmasi rupaya setelah sekian lama, dipermasalahkan.

Setelah diceritakan dengan sebenarnya teman sekantor Mas Puji dan pimpinan menyatakan turut prihatin, mendoakan dan ingin membantu penyelesain. Semoga ada pertolongan Allah kata Pak Amir bosnya Mas Puji. Diamini oleh semua teman mas Puji. Pada momen pamitan itu semua yang hadir meneteskan air mata, terbayang kehilangan pekerjaan, masuk penjara, dan keluarga malu di masyarakat. Istri malu pada tetangga dan anak-anak Mas Puji malu kepada teman sekolahnya.  Setelah pamitan pimpinan Mas Puji bilang kamu harus kuat, doa dan pasrahkan pada Allah yang maha kuasa. Iya pak , jawab Mas puji. Bagaimana kisah selanjutnya?. Apakah  masuk penjara ?.  Kita lanjutkan pada episode kedua. Mohon bersabar ya !!.

 

                

 

Rabu, 18 Mei 2022

AROMA PILPRES DAN PUISIKU


 


Hari ini masih tanggal 19 Mei 2022

Tahun 2022 pun masih 7 bulan tersisa

2023 masih utuh setahun lamanya

Namun suasana NKRI sekan esok ada Pilpres saja

 

Medsos ramai berbagai grup timses capres

semua mengatakan capres kami sukses

banyak posting video pengaruhi pemilih agar sukses

sukses dudukan capresnya di RI-1 jadi mr, Pres

 

Aku pun demikian,

terbawa arus kebanyakan

seakan jika sukses ada jaminan

hidup akan dipenuhi kenyamanan

 

Belum tentu seperti itu

tak ada garansi  bagi timses raih madu

yang pasti terkuras semua potensimu

jika kurang ikhlas bisa saja kecewa menerjangmu.

 

Saranku padamu juga padaku

pada semua timses paduka capresku capresmu

tetaplah berkawan satu sama lain untuk NKRI-mu

Jangan terbelah seperti 2019 dahulu

 

mari gunakan akal sehat...

mempromisikan bukan menghujat...

angkat prestasi capresmu hingga setinggi malaikat...

namun tak perlu hujat capres sahabatmu yang juga hebat...

 

Damailah terus Indonesiaku

Jangan korbankan persatuan demi nafsumu

utamakan dialog utk masalahku dan masalahmu

semoga NKRI tetap utuh bersatu.

 

Kaujon, 19 Mei 2022

Damar pegiat literasi.

Selasa, 17 Mei 2022

MENGULAS KOMITE SEKOLAH ATAU JAMIYATUL WALIDAIN

 





MENGULAS KOMITE SEKOLAH ATAU JAMIYATUL WALIDAIN

Oleh : Dail Ma’ruf, M.Pd.

 

Tahun 2007 Damar pindah mengajar dari MTs dan SMP Nur El Falah Kubang Petir Serang ke SDIT Al Izzah Kota Serang.  Tes menjadi guru di SDIT tersebut ada 2 tahap. Ada tes tulis dan ada tes lisan / wawancara. Damar alhamdulillah diterima bersama 7 orang teman lainnya, kami diterima 8 guru dari 80 calon guru yang melamar. Karena cukup banyak, Angkatan guru baru di era tersebut, maka Damar ditunjuk menjadi ketua angkatan. Meski guru baru, bagi Damar dunia sekolah bukan hal asing atau sulit. Karena sejak mahasiswa pun sudah biasa jadi instruktur atau pengisi materi dalam perkaderan HMI. Dan jam terbang Damar untuk menghadapi berbagai karakter murid memang sudah biasa.

Ditempatkan di kelas 5 sebagai wali kelas 5 Sayid qutub, baginya tak merasa khawatir. Karena sudah ada gambaran bagaimana menghadapi persoalan anak dan orang tuanya. Kegiatan di SDIT memang luar biasa padatnya, seakan tiada henti. Kadang sabtu dan minggu pun masuk untuk liqo atau pengajian. Semua Damar ikuti tanpa banyak protes, hingga tahu 2009. Rupanya abahnya Damar masih galau jika anaknya belum PNS, maka dimintalah Damar ikut yang terakhir pas usia 35 tahun. Demi membalas jasa baik abahnya, maka Damar pun mengiyakan dengan pengorbanan harus mengundurkan diri dari guru SDIT Al Izzah. Karena secara aturan tertulis ada pasal yang mengatur bahwa guru tak boleh ikut tes CPNS. Jika akan ikut  harus mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak hormat. 

Pernah ada 1 momen indah bersama para guru dan komite sekolah. Saat itu ada mama Caca yang suaminya adalah kepala pajak kota Serang. Sehingga acara sekolah banyak dibantu beliau, termasuk yang aku jadi panitianya. Panitia halal bihalal dan khitanan masal. Sukses banget acaranya. Peserta membludak lebih dari 100 peserta. Acara ini sukses besar... setelah momen tersebut, hingga kini belum ada khitatan masal yang pesertanya sampai 100 orang. Apapun kebutuhan sekolah, komite kompak dan bahu membahu membantu hingga terealisasi.  Ternyata keinginan manusia belum tentu dikabulkan oleh Alah SWT. Damar tak lolos tes CPNS. Namun sudah keluar dari Al Izzah sementara blm dapat pekerejaan baru. Apakah Damar jadi pengangguran??

Bagaimana kisahya?? ( Tobe continue….)

 

 

DI STASIUN PONDOK CHINA JODOHKU BERSATU

Popular posts